Beranda Otomotif Cara Mengatasi Stang Seher Macet

Cara Mengatasi Stang Seher Macet

884
0

Perlu diketahui, setiap komponen motor memang memiliki jangka waktu pemakaian atau penggunaannya. Jadi, saat batas pemakaiannya tiba, maka sebaiknya bagi pengguna motor tersebut dianjurkan segera menyervis motornya.

Salah satu komponen penting yang terdapat pada sepeda motor ialah stang seher atau sering disebut dengan kruk as. Jika komponen ini telah mengalami kerusakan atau aus, maka sangat disarankan untuk segera menggantinya supaya performa motor kembali lancar. Stang seher berguna sebagai tempat dudukan piston.

Selain faktor usia atau aus, beberapa penyebab dari stang seher macet yaitu memacu motor di lintasan berat secara terus-menerus, memacu motor di lintasan biasa namun dengan gaya akselerasi yang mengentak-entak, kualitas oli buruk, dan bore up mesin yang titik tepat. Dari keempat penyebab itulah yang sering membuat stang seher jadi macet.

Untuk bagaimana mengetahui komponen ini sudah aus atau macet, setidaknya ada tiga cara yang dapat Anda lakukan yaitu dengan cara tanpa membongkar mesin motor. Cara ini dimulaikan dengan menyalakan mesin terlebih dahulu dan ingat harus dalam posisi kick starter dua-duanya ditegakkan. Lalu posisikan gas dalam keadaan tinggi.

Jika mesin motor mengeluarkan suara aneh atau asing ditelinga Anda dari bagian mesin tengah seperti ‘bluk bluk bluk’, itu tandanya komponen stang seher telah aus atau rusak. Jika belum yakin dengan cara pertama, Anda bisa memakai cara kedua yaitu dengan cara membuka kepala silinder beserta silinder dan pistonnya.

Kemudian, peganglah stang seher berikutnya dan pukul-pukul dibagian itu dengan menggunakan tangan. Jika mengeluarkan suara atau bunyi aneh, tandanya seher sudah aus. Cara terakhir yang bisa Anda lakukan yaitu dengan menggunakan tangan saja.

Pertama-tama, bukalah kepala silinder secara perlahan stang seher tersebut. Jika mengeluarkan suara yang sama, maka berarti stang seher sudah rusak oblak. Dan jika sudah begitu, segera gantilah dengan yang baru. Apabila dibiarkan saja, takutnya justru menyerang komponen yang lain dan biaya reparasinya semakin besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here